Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filsafat. Tampilkan semua postingan

Hantu, Astrofisika, Manusia, dan Batas ‘Segala Sesuatu’

Saya tidak pernah, dan semoga saja tidak akan pernah, melihat hantu. Tapi semua yang mengaku pernah melihat, yakin kalau hantu itu ada. Tentu karena mereka pernah melihatnya. Dalam posisi ini saya yakin kalau hantu itu tidak ada, karena saya tidak pernah melihatnya. Sekaligus saya tidak yakin kalau hantu tidak ada, karena ada orang yang pernah melihatnya.

Anda tentu paham hantu yang saya maksud. Hantu yang sering muncul di TV dengan sosok yang menyeramkan. Sekalipun yang ditampilkan TV itu belum tentu benar, setidaknya tayangan tersebut memunculkan proyeksi akan tampilan hantu.

Berbincang hantu tentu menarik. Anda dapat membayangkan apapun yang anda suka dan menganggapnya sebagai hantu. Bukan karena ia tidak ada, ia ada di dalam pikiran anda, tapi ia tidak dapat kita jerat lalu hadirkan ke teman anda. Tapi itu bukanlah hal yang penting atawa menarik. Yang menarik adalah kita kadang membicarakannya, bukan?

*****

Menyidik Ulang Dialog Hume dan Kant, atau Apakah? (1)

Apakah ilmu pengetahuan itu? Pertanyaan itu telah menjadi hakikat dari tiap kebingungan metafisis seluruh pemikir dari segala jaman. Bahkan, metafisika sendiri sempat disingkirkan dari ‘khasanah ilmu pengetahuan’. Mungkin pernyataan di atas bukanlah justifikasi yang tepat ketika dihadapkan pada fakta historis bahwa metafisika telah dipelajari secara serius selama berabad lamanya. Sejak era Filsafat Yunani sampai era Positivisme, yang kemudian mencapai puncak penyingkirannya pada masa Positivisme Logis (Donny Gahral, 2006; 30-33).